Headset Jabra Evolve2 30 Sasar Pekerja Kantoran – Ndongeng Media

  • Whatsapp

Jakarta, Ndongeng Media – Jabra meluncurkan headset teranyar di kelas Evolve2, yakni Jabra Evolve2 30. Brodjo Koesworo Hadiputro, Country Manager, Enterprise, Jabra mengatakan kalau headset ini menyasar kalangan pekerja baik di rumah maupun perkantoran.

Menurutnya, Evolve2 30 cocok bagi pekerja modern dengan berbagai kondisi kerja, mulai dari pekerja professional hingga freelancer yang bekerja di kantor, work from home tanpa harus memikirkan ramai atau tidaknya tempat tersebut.

Hal ini berkat keberadaan dua teknologi microphone call, headset ini bisa mengenali suara saat menelepon atau rapat virtual dengan akurat dan meredam distraksi suara asing.

“Selain itu, Anda dan penerima panggilan bisa mendapat kualitas audio yang jernih berkat speaker berukuran 28mm yang didukung dengan chipset digital terkini,”ungkap Brodjo.

Jabra Evolve2 30 juga tersedia dengan varian yang tersertifikasi Microsoft Teams yang dilengkapi dengan tombol khusus untuk Teams, dimana pemakai bisa mengikuti dan mengakhiri pertemuan virtual hanya dengan satu sentuhan. Ditambah lagi, fitur boom arm memungkinkan untuk mematikan atau menyalakan suara secara instan. Tentu dengan begini, tidak perlu lagi khawatir ada kesalahan suara bocor dalam meeting ketika tidak berkesempatan berbicara.

Jabra Evolve2 30 juga telah memenuhi persyaratan Microsoft Open Office lewat pengujian efektivitas ketat terhadap kemampuan mikrofon seperti meredam suara di sekitar pengguna (noise) yang memastikan produk ini tidak hanya kompatibel digunakan di mana saja tapi juga kompak untuk digunakan di software apa saja. Fitur plug-and-play disematkan untuk memudahkan pengguna terhubung ke perangkat apapun melalui USB tipe A atau C.

Riset Jabra menunjukkan, 61 persen headset yang digunakan para pekerja professional saat ini tidak bersertifikasi UC (Unified Communication). Padahal, UC Certified headset sangat dibutuhkan dan relevan dengan konsisi saat ini. Hal ini karena 67 persen perusahaan yang menyediakan perangkat untuk karyawannya, tapi dengan pengadaan perangkat dengan level setara atau di bawah consumer-grade. Sedangkan hanya 33 persen perangkat yang digunakan berasal dari kebijakan membawa perangkat sendiri (Bring your own device/BYOD) oleh perusahaan.

Untuk membenahi hal tersebut, Brodjo mengatakan Jabra sudah menyediakan solusi untuk setiap perangkatnya. “Salah satu hal yang sangat kami perhatikan di Jabra adalah, kemudahan pengguna mengakses beragam device tanpa kehilangan kontrol atas perangkat headsetnya. Hal ini sudah menjadi standar produk Evolve2 30, dimana dengan sertifikasi UC, artinya pengguna bisa menggunakan mode noise isolation pasif, melakukan kontrol panggilan, dan pengaturan volume,” kata Brodjo.

Baca Juga:Jabra Earbuds Elite 85t Hadirkan True Wireless ANC

Disinggung soal fitur yang mendukung konsentrasi pengguna, Brodjo mengatakan Jabra Evolve2 30 memiliki bantalan telinga berbentuk oval dan desain penutup telinga yang miring untuk memblokir bunyi dan gangguan apapun yang muncul. Indikator lampu berwarna merah akan muncul di satu sisi yang menyala otomatis ketika Anda sedang menerima panggilan. Indikator busylight ini dapat dinyalakan secara manual untuk menandakan bahwa Anda sedang tidak ingin diganggu

Ia menambahkan, pada dasarnya semua tipe headset diperuntukkan untuk mendengar audio dan musik, sehingga hampir semua memiliki fitur peredam kebisingan. Namun, pada headset bersertifikasi UC, ada beberapa persyaratan tambahan, salah satunya side tone, dimana pengguna bisa mendengar suaranya sendiri saat menerima panggilan. “Hal ini penting untuk menghindari kita bicara terlalu keras,” lanjutnya.

Jabra Evolve2 30, kini bisa didapat di sejumlah partner resmi Jabra dengan ketersediaan warna hitam. Adapun untuk harga, produk ini dibandrol dengan harga Rp 1.939.999.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *