Survei: Penggunaan Prabayar Indonesia Tertinggi di Dunia – Ndongeng Media

  • Whatsapp

Jakarta, Ndongeng Media – Indonesia disebut-sebut menjadi negara dengan penggunaan layanan prabayar tertinggi di antara enam negara lainnya seperti India, China, Pakistan, Nigeria, USA, dan Brazil.

Hal ini berdasarkan survei platform seluler Ding yang telah mempublikasikan temuan perdana Global Prepaid Index (GPI) miliknya untuk Indonesia. Survei tersebut meneliti bagaimana sikap pengguna terhadap layanan prabayar, seperti telepon seluler prabayar dan tagihan utilitas prabayar.

Di antara temuan tersebut, terungkap bahwa 93% orang Indonesia yang disurvei telah menggunakan beberapa aspek pasar prabayar, dengan persentase tertinggi di antara tujuh negara yang disurvei.

Mark Roden, Founder & Chief Executive Ding mengungkapkan Global Prepaid Index Ding telah mengungkapkan potensi pasar yang sangat besar untuk produk prabayar. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan ekonomi prabayar karena pilihan, bukan karena kebutuhan.

“Dan pasar prabayar memikat banyak orang dari semua tingkat pendapatan mereka. Prabayar memberikan fleksibilitas, transparansi yang lebih baik, serta kontrol keuangan yang lebih baik,” kata Mark Roden.

Dikatakan Roden, konektivitas telah menjadi sarana yang tak terpisahkan dalam menjaga kebersamaan keluarga dan orang yang dicintai selama satu tahun terakhir dan diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2021 dan seterusnya.

Menurut GSMA, dari total 350 juta pasar telepon seluler di Indonesia, 97% atau sekitar 340 juta koneksi seluler dibayar di muka. Selain itu, terdapat kebutuhan yang tinggi dari masyarakat Indonesia untuk mempunyai pulsa telepon dan terhubung dengan keluarganya di seluruh dunia.

Berikut ini beberapa temuan utama dalam laporan dari responden di Indonesia

93% responden berpartisipasi dalam setidaknya satu aspek pasar prabayar dengan 48% menggunakan dua atau lebih produk prabayar.
Popularitas layanan prabayar mengungguli layanan seluler, dengan lebih dari setengah responden menyatakan bahwa mereka menggunakan produk prabayar lainnya, seperti tagihan utilitas prabayar, kartu hadiah, atau kartu debit prabayar.

Menerima pulsa merupakan pengalaman positif bagi masyarakat Indonesia.
Hampir separuh (49%) orang Indonesia menyatakan bahwa mereka merasa senang saat menerima pulsa dan 49% merasa beruntung karena memiliki seseorang yang dapat membantu mereka dengan hal ini. Sebagian kecil merasa bersalah karena menerima pulsa dari teman atau keluarga.

Tanggung jawab untuk membantu keluarga dan teman jadi prioritas utama.
Tingginya jumlah orang Indonesia yang mengirim dan menerima pulsa dirasa sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keluarga. 43% melaporkan bahwa mereka merasa sudah menjadi kewajiban mereka, sedangkan 41% lainnya menyatakan bahwa penerima sangat membutuhkannya.

Baca Juga:Survei: Kemampuan Bidang TI dan Cybersecurity Masih Menjadi Kendala di 2021

WhatsApp menjadi sarana untuk tetap berhubungan dengan orang lain.
Orang Indonesia suka menggunakan WhatsApp untuk saling berkomunikasi, di mana 89% menyatakan bahwa WhatsApp merupakan media yang mereka pilih. Kemudian diikuti oleh Facebook dengan persentase 44% dan Instagram sebanyak 41%. Selain itu, lebih dari 70% orang Indonesia menyatakan bahwa mereka tertarik dengan SuperApp, di mana 64% di antaranya menyatakan bahwa pengiriman pulsa melalui aplikasi adalah cara yang lebih mereka sukai saat ini.

Populernya kegiatan saling mengirim pulsa
Tiga perempat (74%) orang Indonesia menyatakan bahwa mereka pernah mengirim atau menerima pulsa kepada dan/atau dari keluarga maupun teman. Kegiatan saling transfer pulsa antar keluarga sangat tinggi dengan persentase 88% menyatakan bahwa mereka sudah pernah mengirimkan pulsa ke anggota keluarga dan 88% menjawab bahwa mereka pernah menerima hal yang sama. Demikian juga, ada sekitar 81% kegiatan transfer pulsa yang terjadi antara teman dan keluarga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *